Jumat, 09 Desember 2011
Kamis, 08 Desember 2011
:: Reggae Indonesia Vibration ::
Why, why do I love the music why does it made it dancin’ once it turns once it plays and my feet start to sway ..
Sebait lirik lagu dari single
Jamaica’s Away (Souljah), yang belakangan sedang sering diputar di
radio-radio, sangat menggambarkan musik reggae. Jamaica sendiri memang
enggak bisa kita lupakan saat kita berbicara tentang musik ini.
Beberapa sumber mengatakan, musik ini gara- gara orang Jamaika
mengadopsi variasi sinkopisasi rhythm gitar dari new orleans R&B
yang mereka dengar dari radio di tahun 60-an. Lalu, sedikit up tempo,
terciptalah musik ska yang menjadi cikal bakal reggae. Ada lagi sumber
yang mengatakan bahwa ska berawal dari musik asli Jamaika yang bernama
mento, yang berkembang sejak tahun 40-an.
Akhirnya saat musim panas, orang
terlalu malas untuk berdansa up tempo. Sedikit mengendurkan tempo
musik, irama lebih mengayun dan terkesan bermalas-malasan, itu yang
sekarang kita kenal dengan reggae.
Beberapa nama "pahlawan" reggae bermunculan, dari Jimmi Cliff,
Horace Andy, sampai akhirnya melahirkan seorang legenda bernama Bob
Marley.
Bob Marley
Bob Marley memang paling berpengaruh di dunia reggae. "Reggae mulai makin dikenal luas setelah Bob Marley meninggal," begitu pendapat Tony Q, yang identik dengan reggae di Twelve Blues Bar, Menteng, Jakarta, setiap Rabu dan Jumat. Lagu-lagu Bob Marley yang meninggal di tahun 1981 ini sering terdengar di songlist- nya. Bersaing dengan lagu-lagu karyanya sendiri yang sudah terkumpul dalam dua Album.
Bob Marley memang paling berpengaruh di dunia reggae. "Reggae mulai makin dikenal luas setelah Bob Marley meninggal," begitu pendapat Tony Q, yang identik dengan reggae di Twelve Blues Bar, Menteng, Jakarta, setiap Rabu dan Jumat. Lagu-lagu Bob Marley yang meninggal di tahun 1981 ini sering terdengar di songlist- nya. Bersaing dengan lagu-lagu karyanya sendiri yang sudah terkumpul dalam dua Album.
Di Bali, lagu-lagu Bob Marley
juga menguasai panggung-panggung musik reggae. Apache, sebuah bar yang
identik dengan reggae di kawasan Legian, hampir tiap hari
mengumandangkan lagu-lagu Bob Marley. "Senin khusus membawakan lagu-lagu
Bob Marley. Selasa lagu lain, diselingi lagu-lagu Bob Marley. Lha, Bob
Marley thok?" protes seorang pemerhati kesenian bermusik di Bali,
Rudolph Dethu. "Reggae enggak cuma paman Bob (Bob Marley), tapi juga ada
Peter Tosh, Black Uhuru, Jimmy Cliff, dan sebagainya. Dan Reggae itu
secara tidak langsung menembus kawasan elektronika, yaitu Drum N’
Bass," tambah Dethu lagi. "Kami sempat mau bawain selain Bob Marley,
tapi pasti ada yang minta lagu-lagu Bob Marley," komentar Joni Agung
musisi Reggae yang mengisi acara setiap Senin di Apache.
Reggae "vibration"
Seperti kata Dethu, reggae sebenarnya memang sudah beranak pinak. Bahkan, sejak awal kemunculan reggae, ada Alton Ellis dengan rocksteady (sekarang kayak No Doubt gitu deh). Dan Lee "scratch" Perry memulai memakai sampling- sampling suara, yang membuat musiknya disebut dub. Dan bermunculanlah rock and folk base ala Bob Marley sampai yang sangat pop oriented seperti yang dilakukan oleh UB 40.
Seperti kata Dethu, reggae sebenarnya memang sudah beranak pinak. Bahkan, sejak awal kemunculan reggae, ada Alton Ellis dengan rocksteady (sekarang kayak No Doubt gitu deh). Dan Lee "scratch" Perry memulai memakai sampling- sampling suara, yang membuat musiknya disebut dub. Dan bermunculanlah rock and folk base ala Bob Marley sampai yang sangat pop oriented seperti yang dilakukan oleh UB 40.
Di Yogyakarta tidak ada
bar yang identik dengan reggae. Tapi, lewat acara kampus yang ada
hampir tiap minggu, band-band reggae unjuk gigi. Berbicara reggae di
Yogyakarta tak bisa memalingkan muka dari sebuah grup ska yang masih
konsisten hingga sekarang, Shaggy Dog. Sejak berdirinya di tahun 1995,
band ini memang mematok ska reggae sebagai aliran hidup mereka.
"Kowena," ujar Heru, sang vokalis Shaggy Dog, saat diminta menyebut
nama band reggae Yogya favoritnya. Sayang, Kowena sepertinya tidak
terlalu berminat hidup. Sempat muncul sekali di Citos, lalu menghilang
lagi. "Tapi, sekarang banyak banget band reggae di Yogya dan variatif,"
tambah Heru.
Heru sendiri memuaskan jiwa reggaenya lewat Dub Youth. "Kalau ini reggae campur elektronika," jelasnya tentang proyek Dub Youth yang dimulai sejak dia memiliki sebuah groove box.
Heru sendiri memuaskan jiwa reggaenya lewat Dub Youth. "Kalau ini reggae campur elektronika," jelasnya tentang proyek Dub Youth yang dimulai sejak dia memiliki sebuah groove box.
Reggae "got soul"
Belakangan mungkin orang tidak merasakan kehadiran reggae secara jelas. Tapi, begitu banyak band yang terpengaruh oleh reggae. Dari yang ngepunk (Rancid), rocksteady (No Doubt), ragga (Shaggy & Sean Paul), Dancehall (Outkast), sampai yang rock ’n folk (John Buttler Trio). Di dalam negeri, setelah era keemasan Anak Pantai-nya almarhum Imanez, Tony Q tidak berjuang sendirian. Ada Steven & Coconuttreez yang punya single Welcome To My Paradise. Sekilas band ini mengingatkan kita kepada Big Mountain yang ngetop lewat Baby, I Love Your Way beberapa tahun lalu. Joni Agung di Bali juga melepas album Reggae Mebasa Bali (reggae berbahasa Bali).
Belakangan mungkin orang tidak merasakan kehadiran reggae secara jelas. Tapi, begitu banyak band yang terpengaruh oleh reggae. Dari yang ngepunk (Rancid), rocksteady (No Doubt), ragga (Shaggy & Sean Paul), Dancehall (Outkast), sampai yang rock ’n folk (John Buttler Trio). Di dalam negeri, setelah era keemasan Anak Pantai-nya almarhum Imanez, Tony Q tidak berjuang sendirian. Ada Steven & Coconuttreez yang punya single Welcome To My Paradise. Sekilas band ini mengingatkan kita kepada Big Mountain yang ngetop lewat Baby, I Love Your Way beberapa tahun lalu. Joni Agung di Bali juga melepas album Reggae Mebasa Bali (reggae berbahasa Bali).
Yang paling anyar adalah band
asal Bekasi yang baru saja merilis album Breaking The Roots, Souljah.
Reggae yang dimainkan Souljah lebih cenderung memasuki daerah
elektronika. Banyak nuansa ragga lewat toasting (semacam ngerap dengan
gaya Jamaika), dan beat dancehall untuk lagu-lagu berirama riang
mereka. Bahkan, belakangan band-band papan atas mencoba memainkan
reggae. Seperti Dewa yang mencoba berdansa lewat lagu Matahari, Bulan,
Bintang. "“Setiap orang boleh saja main reggae. Yang penting ada
soul-nya," ujar Gung Jon mengomentari soal ini. "Lagu itu bagus, tapi
kurang bagus untuk dibilang reggae," kata Heru. Ia lebih memilih
lagunya Nugie, Bisa Lebih Bahagia. Terlepas dari siapa dan bagaimana
memainkannya, semua pentolan reggae itu setuju kalau fenomena itu cukup
membantu mengenalkan reggae ke tingkat yang lebih luas.
Reggae "jammin"
Perluasan reggae di Indonesia ini begitu terbuka. Setiap pemusik ini punya jalan masing-masing untuk menyebarkan musik reggae. Tony Q dengan senang hati berbagi panggung dengan band-band reggae baru. "Tadi ada band Bekasi, namanya Peron One. Minggu depan ada lagi, namanya The Dread," ujar Tony sambil tersenyum seusai pertunjukannya pada Rabu malam di Blues Bar.
Steven & Coconuttreez adalah salah satu yang dulu rajin "mengganggu" panggung Tony Q. Sekarang Steven sudah merilis debut album The Other Side. Steven juga sedang giat mengumpulkan band-band reggae untuk diajak bikin proyek album kompilasi.
Perluasan reggae di Indonesia ini begitu terbuka. Setiap pemusik ini punya jalan masing-masing untuk menyebarkan musik reggae. Tony Q dengan senang hati berbagi panggung dengan band-band reggae baru. "Tadi ada band Bekasi, namanya Peron One. Minggu depan ada lagi, namanya The Dread," ujar Tony sambil tersenyum seusai pertunjukannya pada Rabu malam di Blues Bar.
Steven & Coconuttreez adalah salah satu yang dulu rajin "mengganggu" panggung Tony Q. Sekarang Steven sudah merilis debut album The Other Side. Steven juga sedang giat mengumpulkan band-band reggae untuk diajak bikin proyek album kompilasi.
Joni Agung di Bali tak pernah
berhenti bermain reggae. Senin dia akan berada di Apache Bar. Selasa
dan Jumat dia manggung di Soda Bar, Sanur. Lalu, Minggu dan Rabu pesta
reggaenya di gelar di Putra Bar, Ubud.
Heru "Shaggy Dog" tidak hanya
aktif menyebarkan reggae lewat panggung. Tapi juga lewat siaran radio.
Bersama sang manajer Dread Met, mereka punya program Simmerdown di Star
FM Yogya. Geronimo FM, Yogya, juga punya acara Rabu Reggae yang
usianya sudah cukup lama.
Jika ingin menikmati reggae di
Jakarta, kita juga bisa datang ke Parc, yang menawarkan DJ-DJ yang
memainkan lagu-lagu dub & reggae setiap Selasa. Drum N’ Bass yang
cenderung elektronika sekarang ini juga mulai sering jadi musik tema di
tempat-tempat klubing yang biasanya di dominasi hip-hop dan R&B.
Ternyata Indonesia memang cukup
berpotensi untuk reggae. Ada dua band yang jaringannya sudah
internasional. Tony Q dan New Rastafara terdaftar sebagai headliners di
acara Legend Of Rasta Reggae Festival
(www.legendsofrastareggaefestival.com). Dan Shaggy Dog yang rencananya
pertengahan tahun ini berangkat ke Festival Mundial, Belanda, untuk yang
kedua kalinya. Dan bukan tidak mungkin akan makin banyak band-band
pop/rock lain yang menyelipkan reggae dalam musik mereka.
Sumber : Kompas / Teguh Andrianto ( 15 April 2005 )
:: Sejarah Musik Reggae ::
Musik Reggae
Tahun 1968 banyak disebut sebagai
tahun kelahiran musik reggae. Sebenarnya tidak ada kejadian khusus yang
menjadi penanda awal muasalnya, kecuali peralihan selera musik
masyarakat Jamaika dari Ska dan Rocsteady, yang sempat populer di
kalangan muda pada paruh awal hingga akhir tahun 1960-an, pada irama
musik baru yang bertempo lebih lambat : reggae. Boleh jadi hingar bingar
dan tempo cepat Ska dan Rocksteady kurang mengena dengan kondisi sosial
dan ekonomi di Jamaika yang sedang penuh tekanan.
Kata “reggae” diduga berasal dari
pengucapan dalam logat Afrika dari kata “ragged” (gerak kagok–seperti
hentak badan pada orang yang menari dengan iringan musik ska atau
reggae). Irama musik reggae sendiri dipengaruhi elemen musik R&B
yang lahir di New Orleans, Soul, Rock, ritmik Afro-Caribean (Calypso,
Merengue, Rhumba) dan musik rakyat Jamaika yang disebut Mento, yang kaya
dengan irama Afrika. Irama musik yang banyak dianggap menjadi pendahulu
reggae adalah Ska dan Rocksteady, bentuk interpretasi musikal R&B
yang berkembang di Jamaika yang sarat dengan pengaruh musik
Afro-Amerika. Secara teknis dan musikal banyak eksplorasi yang dilakukan
musisi Ska, diantaranya cara mengocok gitar secara terbalik
(up-strokes) , memberi tekanan nada pada nada lemah (syncopated) dan
ketukan drum multi-ritmik yang kompleks.
Teknik para musisi Ska dan
Rocsteady dalam memainkan alat musik, banyak ditirukan oleh musisi
reggae. Namun tempo musiknya jauh lebih lambat dengan dentum bas dan
rhythm guitar lebih menonjol. Karakter vokal biasanya berat dengan pola
lagu seperti pepujian (chant), yang dipengaruhi pula irama tetabuhan,
cara menyanyi dan mistik dari Rastafari. Tempo musik yang lebih lambat,
pada saatnya mendukung penyampaian pesan melalui lirik lagu yang terkait
dengan tradisi religi Rastafari dan permasalahan sosial politik
humanistik dan universal.
Album “Catch A Fire” (1972) yang
diluncurkan Bob Marley and The Wailers dengan cepat melambungkan reggae
hingga ke luar Jamaika. Kepopuleran reggae di Amerika Serikat ditunjang
pula oleh film The Harder They Come (1973) dan dimainkannya irama reggae
oleh para pemusik kulit putih seperti Eric Clapton, Paul Simon, Lee
‘Scratch’ Perry dan UB40. Irama reggae pun kemudian mempengaruhi
aliran-aliran musik pada dekade setelahnya, sebut saja varian reggae hip
hop, reggae rock, blues, dan sebagainya.
Jamaika
Akar musikal reggae terkait erat
dengan tanah yang melahirkannya: Jamaika. Saat ditemukan oleh Columbus
pada abad ke-15, Jamaika adalah sebuah pulau yang dihuni oleh suku
Indian Arawak. Nama Jamaika sendiri berasal dari kosa kata Arawak
“xaymaca” yang berarti “pulau hutan dan air”. Kolonialisme Spanyol dan
Inggris pada abad ke-16 memunahkan suku Arawak, yang kemudian digantikan
oleh ribuan budak belian berkulit hitam dari daratan Afrika.
Budak-budak tersebut dipekerjakan pada industri gula dan perkebunan yang
bertebaran di sana. Sejarah kelam penindasan antar manusia pun dimulai
dan berlangsung hingga lebih dari dua abad. Baru pada tahun 1838 praktek
perbudakan dihapus, yang diikuti pula dengan melesunya perdagangan gula
dunia.
Di tengah kerja berat dan ancaman
penindasan, kaum budak Afrika memelihara keterikatan pada tanah
kelahiran mereka dengan mempertahankan tradisi. Mereka mengisahkan
kehidupan di Afrika dengan nyanyian (chant) dan bebunyian (drumming)
sederhana. Interaksi dengan kaum majikan yang berasal dari Eropa pun
membekaskan produk silang budaya yang akhirnya menjadi tradisi folk asli
Jamaika. Bila komunitas kulit hitam di Amerika atau Eropa dengan cepat
luntur identitas Afrika mereka, sebaliknya komunitas kulit hitam Jamaika
masih merasakan kedekatan dengan tanah leluhur.
Musik reggae sendiri pada awalnya
lahir dari jalanan Getho (perkampungan kaum rastafaria) di Kingson ibu
kota Jamaika. Inilah yang menyebabkan gaya rambut gimbal menghiasi para
musisi reggae awal dan lirik-lirik lagu reggae sarat dengan muatan
ajaran rastafari yakni kebebasan, perdamaian, dan keindahan alam, serta
gaya hidup bohemian. Masuknya reggae sebagai salah satu unsur musik
dunia yang juga mempengaruhi banyak musisi dunia lainnya, otomatis
mengakibatkan aliran musik satu ini menjadi barang konsumsi publik
dunia. Maka, gaya rambut gimbal atau dreadlock serta lirik-lirik ‘rasta’
dalam lagunya pun menjadi konsumsi publik. Dalam kata lain, dreadlock
dan ajaran rasta telah menjadi produksi pop, menjadi budaya pop, seiring
berkembangnya musik reggae sebagai sebuah musik pop.
Musik reggae, sebutan rastaman,
telah menjadi satu bentuk subkultur baru di negeri ini, di mana
dengannya anak muda menentukan dan menggolongkan dirinya. Di sini, musik
reggae menjadi penting sebagai sebuah selera, dan rastaman menjadi
sebuah identitas komunal kelompok social tertentu. Tinggal bagaimana
para pengamat social dan juga para anggota komunitas itu memahami diri
dan kultur yang dipilihnya, agar tidak terjadi penafsiran keliru yang
berbahaya bagi mereka. Penggunaan ganja adalah salah satu contohnya, di
mana reggae tidak identik dengan ganja serta rastafarianisme pun
bukanlah sebuah komunitas para penghisap ganja.
Sebuah lagu dari “Peter Tosh”
(nama aslinya Peter McIntosh), pentolan The Wairles yang akhirnya
bersolo karier. Dalam lagu ini, Peter Tosh menyatakan dukungannya dan
tuntutannya untuk melegalkan ganja. Karena lagu ini, ia sempat ditangkap
dan disiksa polisi Jamaika.
Menurut sejarah Jamaica, budak
yang membawa drum dari Africa disebut “Burru” yang jadi bagian aransemen
lagu yang disebut “talking drums” (drum yang bicara) yang asli dari
Africa Barat. “Jonkanoo” adalah musik budaya campuran Afrika, Eropa dan
Jamaika yang terdiri dari permainan drum, rattle (alat musik berderik)
dan conch tiup. Acara ini muncul saat natal dilengkapi penari topeng.
Jonkanoos pada awalnya adalah tarian para petani, yang belakangan baru
disadari bahwa sebenarnya mereka berkomunikasi dengan drum dan conch
itu. Tahun berikutnya, Calypso dari Trinidad & Tobago datang membawa
Samba yang berasal dari Amerika Tengah dan diperkenalkan ke orang -
orang Jamaika untuk membentuk sebuah campuran baru yang disebut Mento.
Mento sendiri adalah musik sederhana dengan lirik lucu diiringi gitar,
banjo, tambourine, shaker, scraper dan rumba atau kotak bass. Bentuk ini
kemudian populer pada tahun 20 dan 30an dan merupakan bentuk musik
Jamaika pertama yang menarik perhatian seluruh pulaunya. Saat ini Mento
masih bisa dinikmati sajian turisme. SKA yang sudah muncul pada tahun 40
- 50an sebenarnya disebutkan oleh History of Jamaican Music,
dipengaruhi oleh Swing, Rythym & Blues dari Amrik. SKA sebenarnya
adalah suara big band dengan aransemen horn (alat tiup), piano, dan
ketukan cepat “bop”. Ska kemudian dengan mudah beralih dan menghasilkan
bentuk tarian “skankin” pad awal 60an. Bintang Jamaica awal antara lain
Byron Lee and the Dragonaires yang dibentuk pada 1956 yang kemudian
dianggap sebagai pencipta “ska”. Perkembangan Ska yang kemudian
melambatkan temponya pada pertengahan 60an memunculkan “Rock Steady”
yang punta tune bass berat dan dipopulerkan oleh Leroy Sibbles dari
group Heptones dan menjadi musik dance Jamaika pertama di 60an.
“Reggae & Rasta”
Bob Marley tentunya adalah bimtang
musik “dunia ketiga” pertama yang jadi penyanyi group Bob Marley &
The Wailers dan berhasil memperkenalkan reggae lebih universal. Meskipun
demikian, reggae dianggap banyak orang sebagai peninggalan King of
Reggae Music, Hon. Robert Nesta Marley. Ditambah lagi dengan hadirnya
“The Harder they Come” pada tahun 1973, Reggae tambah dikenal banyak
orang. Meninggalnya Bob Marley kemudian memang membawa kesedihan besar
buat dunia, namun penerusnya seperti Freddie McGregor, Dennis Brown,
Garnett Silk, Marcia Fiffths dan Rita Marley serta beberapa kerabat
keluarga Marley bermunculan. Rasta adalah jelas pembentuk musik Reggae
yang dijadikan senjata oleh Bob Marley untuk menyebarkan Rasta keseluruh
dunia. Musik yang luar biasa ini tumbuh dari ska yang menjadi elemen
style American R&B dan Carribean. Beberapa pendapat menyatakan juga
ada pengaruh : folk music, musik gereja Pocomania, Band jonkanoo,
upacara - upacara petani, lagu kerja tanam, dan bentuk mento. Nyahbingi
adalah bentuk musik paling alami yang sering dimainkan pada saat
pertemuan - pertemuan Rasta, menggunakan 3 drum tangan (bass, funde dan
repeater : contoh ada di Mystic Revelation of Rastafari). Akar reggae
sendiri selalu menyelami tema penderitaan buruh paksa (ghetto dweller),
budak di Babylon, Haile Selassie (semacam manusia dewa) dan harapan
kembalinya Afrika. Setelah Jamaica merdeka 1962, buruknya perkembangan
pemerintahan dan pergerakan Black Power di US kemudian mendorong
bangkitnya Rasta. Berbagai kejadian monumentalpun terjadi seiring
perkembangan ini.
“Apa sih Reggae”
Reggae sendiri adalah kombinasi
dari iringan tradisional Afrika, Amerika dan Blues serta folk (lagu
rakyat) Jamaika. Gaya sintesis ini jelas menunjukkan keaslian Jamaika
dan memasukkan ketukan putus - putus tersendiri, strumming gitar ke arah
atas, pola vokal yang ‘berkotbah’ dan lirik yang masih seputar tradisi
religius Rastafari. Meski banyak keuntungan komersial yang sudah didapat
dari reggae, Babylon (Jamaika), pemerintah yang ketat seringkali
dianggap membatasi gerak namun bukan aspek politis Rastafarinya.
“Reg-ay” bisa dibilang muncul dari anggapan bahwa reggae adalah style
musik Jamaika yang berdasar musik soul Amerika namun dengan ritem yang
‘dibalik’ dan jalinan bass yang menonjol. Tema yang diangkat emang
sering sekitar Rastafari, protes politik, dan rudie (pahlawan hooligan).
Bentuk yang ada sebelumnya (ska & rocksteady) kelihatan lebih kuat
pengaruh musik Afrika - Amerika-nya walaupun permainan gitarnya juga
mengisi ‘lubang - lubang’ iringan yang kosong serta drum yang kompleks.
Di Reggae kontemporer, permainan drum diambil dari ritual Rastafarian
yang cenderung mistis dan sakral, karena itu temponya akan lebih kalem
dan bertitik berat pada masalah sosial, politik serta pesan manusiawi.
“Tidak asli Jamaika”
Reggae memang adalah musik unik
bagi Jamaika, ironisnya akarnya berasal dari New Orleans R&B. Nenek
moyang terdekatnya, ska berasal berasal dari New Orleans R&B yang
didengar para musisi Jamaika dari siaran radio Amrik lewat radio
transistor mereka. Dengan berpedoman pada iringan gitar pas - pasan dan
putus - putusadalah interprestasi mereka akan R&B dan mampu jadi
populer di tahun 60an. Selanjutnya semasa musim panas yang terik,
merekapun kepanasan kalo musti mainin ska plus tarinya, hasilnya lagunya
diperlambat dan lahirlah Reggae. Sejak itu, Reggae terbukti bisa jadi
sekuat Blues dan memiliki kekuatan interprestasi yang juga bisa meminjam
dari Rocksteady (dulu) dan bahkan musik Rock (sekarang). Musik Afrika
pada dasarnya ada di kehidupan sehari-hari, baik itu di jalan, bus,
tempat umum, tempat kerja ato rumah yang jadi semacam semangat saat
kondisi sulit dan mampu memberikan kekuatan dan pesan tersendiri.
Hasilnya, Reggae musik bukan cuma memberikan relaksasi, tapi juga
membawa pesan cinta, damai, kesatuan dan keseimbangan serta mampu
mengendurkan ketegangan.
“It’s Influences”
Saat rekaman Jamaika telah
tersebar ke seluruh dunia, sulit rasanya menyebutkan berapa banyak genre
musik popular sebesar Reggae selama dua dekade. Hits - hits Reggae
bahkan kemudian telah dikuasai oleh bintang Rock asli mulai Eric Clapton
sampai Stones hingga Clash dan Fugees. Disamping itu, Reggae juga
dianggap banyak mempengaruhi pesona tari dunia tersendiri. Budaya
‘Dancehall’ Jamaika yang menonjol plus sound system megawatt, rekaman
yang eksklusif, iringan drum dan bass, dan lantunan rap dengan
iringannya telah menjadi budaya tari dan tampilan yang luar
biasa.Inovasi Reggae lainnya adalah Dub remix yang sudah diasimilasi
menjadi musik populer lainnya lebih luas lagi.
> dari berbagai sumber.
:: Dreadlocks ::
Lepas dari perawatan
rambut, secara alami rambut akan menyatu bersama membentuk knot dan
kusut atau disebut dreadlocks. Dreadlock merupakan fenomena universal.
Spiritualist dari semua kepercayaan dengan latar belakangnya memasukan
kedalam jalur ajarannya dengan tidak memperdulikan penampilan fisik dari
individu penganut kepercayaan tersebut. Para pendatang terkadang tidak
menyisir dan memotong rambutnya atau bahkan sebaliknya dengan menutup
rambutnya. Disinilah bagaimana dreadlocks lahir.
Orang Nazaret adalah masyarakat
yang paling mengerti dalam mengembangkan dreadlocks. Di timur, Yogis,
Gyanis dan Tapasvis dari semua sekte adalah pembawa dreadlocks yang
terkenal.
Dreadlocks kemudian secara
universal merupakan simbol spiritual dengan pengertian bahwa penampilan
fisik tidak penting. Dreadlocks tidak hanya sekedar simbol pernyataan
yang tidak memperdulikan penampilan fisik individu. Tradisi orang barat
dan timur percaya bahwa energi jasmani, mental dan spiritual keluar
melalui bagian atas tubuh kita, melalui kepala dan rambut; yang dapat
menjaga seseorang menjadi lebih kuat dan sehat.
Contoh dari tradisi masyarakat
barat adalah cerita kitab suci “Samson” yang tak terkalahkan, namun
ketika Delilah memotong “7 locks” dari rambutnya, pada akhirnya Samson
dapat terkalahkan. Pada cerita India klasik, para pelajar rohani
spiritual yang dengan kepercayaannya pada kitab suci injil, mereka
menjadikan dreadlocks sebagai pemecah kesombongan dari penampilan fisik
antar mereka dan menolong mereka dalam perkembangan kekuatan jasmani,
mental dan spiritual.
Ketika dunia masuk kedalam era
industri, dreadlocks sudah dapat dilihat dimana-mana selain India . Pada
abad ke 20, pergerakan sosial-agama bermulai di Harlem New York oleh
Marcus Garvey, menemukan antusiasisme dreadlocks diantara populasi
masyarakat negro di Jamaica . Group ini mengambil pengaruh dari 3 sumber
utama, yaitu: Perjanjian Lama dan Baru dari Alkitab, Budaya Suku Afrika
dan Budaya Hindu yang dapat menembus serangan budaya di Hindia barat.
Pengikut dreadlocks menyebut diri
mereka “Dreads”, menandakan mereka mempunyai dread, takut dan respek
kepada Tuhan. Dengan referensi yang berasal dari agama Hindu dan
Kristen. Rambut “dread” yang tumbuh matted locks (kusut dan terbentuk
knot) kemudian oleh masyarakat dunia disebut “Dreadlocks” – model rambut
para dread.
Perkembangan selanjutnya, para
dread lebih fokus kepada Kaisar Ethiopia Ras Tafari, Haile Selassie dan
melalui dialah muncul penganut rastafari, “Rastafarians” . Di awal
1900-an, dreadlocks diambil alih oleh penganut rastafari sebagai
tambahan terhadap fungsi asli agama dan arti pentingnya spiritual
sebagai simbol potensi sosial yang baik. Saat ini dreadlocks merupakan
hal yang sungguh-sungguh spiritual, natural dan supernatural power dan
sebagai pernyataan anti kekerasan, keselarasan, kebersamaan dan dapat
saling bersosialisasi serta solidaritas antar sesama tanpa menekan
minoritas.
Selain Bob Marley dan Jamaika,
rambut gimbal atau lazim disebut “dreadlocks” menjadi titik perhatian
dalam fenomena reggae. Saat ini dreadlock selalu diidentikkan dengan
musik reggae, sehingga secara kaprah orang menganggap bahwa para pemusik
reggae yang melahirkan gaya rambut bersilang-belit (locks) itu. Padahal
jauh sebelum menjadi gaya , rambut gimbal telah menyusuri sejarah
panjang.
Konon, rambut gimbal sudah dikenal
sejak tahun 2500 SM. Sosok Tutankhamen, seorang fir’aun dari masa Mesir
Kuno, digambarkan memelihara rambut gimbal. Demikian juga Dewa Shiwa
dalam agama Hindu. Secara kultural, sejak beratus tahun yang lalu banyak
suku asli di Afrika , Australia dan New Guinea yang dikenal dengan
rambut gimbalnya. Di daerah Dieng, Wonosobo hingga kini masih tersisa
adat memelihara rambut gimbal para balita sebagai ungkapan spiritualitas
tradisional.
Membiarkan rambut tumbuh memanjang
tanpa perawatan, sehingga akhirnya saling membelit membentuk gimbal,
memang telah menjadi bagian praktek gerakan-gerakan spiritualitas di
kebudayaan Barat maupun Timur. Kaum Nazarit di Barat, dan para penganut
Yogi, Gyani dan Tapasvi dari segala sekte di India, memiliki rambut
gimbal yang dimaksudkan sebagai pengingkaran pada penampilan fisik yang
fana, menjadi bagian dari jalan spiritual yang mereka tempuh. Selain itu
ada kepercayaan bahwa rambut gimbal membantu meningkatkan daya tahan
tubuh, kekuatan mental-spiritual dan supernatural. Keyakinan tersebut
dilatari kepercayaan bahwa energi mental dan spiritual manusia keluar
melalui ubun-ubun dan rambut, sehingga ketika rambut terkunci belitan
maka energi itu akan tertahan dalam tubuh.
Seiring dimulainya masa industrial
pada abad ke-19, rambut gimbal mulai sulit diketemukan di daerah Barat.
Sampai ketika pada tahun 1914 Marcus Garvey memperkenalkan gerakan
religi dan penyadaran identitas kulit hitam lewat UNIA, aspek
spiritualitas rambut gimbal dalam agama Hindu dan kaum tribal Afrika
diadopsi oleh pengikut gerakan ini. Mereka menyebut diri sebagai kaum
“Dread” untuk menyatakan bahwa mereka memiliki rasa gentar dan hormat
(dread) pada Tuhan. Rambut gimbal para Dread iniah yang memunculkan
istilah dreadlocks—tatanan rambut para Dread. Saat Rastafarianisme
menjadi religi yang dikukuhi kelompok ini pada tahun 1930-an, dreadlocks
juga menjelma menjadi simbolisasi sosial Rasta (pengikut ajaran
Rastafari).
Simbolisasi ini kental terlihat
ketika pada tahun 1930-an Jamaika mengalami gejolak sosial dan politik.
Kelompok Rasta merasa tidak puas dengan kondisi sosial dan pemerintah
yang ada, lantas membentuk masyarakat tersendiri yang tinggal di
tenda-tenda yang didirikan diantara semak belukar. Mereka memiliki
tatanan nilai dan praktek keagamaan tersendiri, termasuk memelihara
rambut gimbal. Dreadlocks juga mereka praktekkan sebagai pembeda dari
para “baldhead” (sebutan untuk orang kulit putih berambut pirang), yang
mereka golongkan sebagai kaum Babylon —istilah untuk penguasa penindas.
Pertengahan tahun 1960-an perkemahan kelompok Rasta ditutup dan mereka
dipindahkan ke daerah Kingston , seperti di kota Trench Town dan
Greenwich, tempat dimana musik reggae lahir pada tahun 1968.
Ketika musik reggae memasuki arus
besar musik dunia pada akhir tahun 1970-an, tak pelak lagi sosok Bob
Marley dan rambut gimbalnya menjadi ikon baru yang dipuja-puja.
Dreadlock dengan segera menjadi sebuah trend baru dalam tata rambut dan
cenderung lepas dari nilai spiritualitasnya. Apalagi ketika pada tahun
1990-an, dreadlocks mewarnai penampilan para musisi rock dan menjadi
bagian dari fashion dunia. Dreadlock yang biasanya membutuhkan waktu
sekitar lima tahun untuk terbentuk, sejak saat itu bisa dibuat oleh
salon-salon rambut hanya dalam lima jam! Aneka gaya dreadlock pun
ditawarkan, termasuk rambut aneka warna dan “dread perms” alias gaya
dreadlock yang permanen.
Meski cenderung lebih identik dengan fashion, secara mendasar dreadlock tetap menjadi bentuk ungkap semangat anti kekerasan, anti kemapanan dan solidaritas untuk kalangan minoritas tertindas.
Meski cenderung lebih identik dengan fashion, secara mendasar dreadlock tetap menjadi bentuk ungkap semangat anti kekerasan, anti kemapanan dan solidaritas untuk kalangan minoritas tertindas.
> dari berbagai sumber.
:: Bob Marley ::
Terlahir dengan nama
Robert Nesta Marley pada Februari 1945 di St. Ann, Jamaika, Bob Marley
berayahkan seorang kulit putih dan ibu kulit hitam. Pada tahun 1950-an
Bob beserta keluarganya pindah ke ibu kota Jamaika, Kingston. Di kota
inilah obsesinya terhadap musik sebagai profesi menemukan pelampiasan.
Waktu itu Bob Marley banyak mendengarkan musik R&B dan soul, yang
kemudian hari menjadi inspirasi irama reggae, melalui siaran radio
Amerika. Selain itu di jalanan Kingston dia menikmati hentakan irama Ska
dan Steadybeat dan kemudian mencoba memainkannya sendiri di
studio-studio musik kecil di Kingston.
Bersama Peter McIntosh dan Bunny
Livingston, Bob membentuk The Wailing Wailers yang mengeluarkan album
perdana di tahun 1963 dengan hit “Simmer Down”. Lirik lagu mereka banyak
berkisah tentang “rude bwai” (rude boy), anak-anak muda yang mencari
identitas diri dengan menjadi berandalan di jalanan Kingston. The
Wailing Wailers bubar pada pertengahan 1960-an dan sempat membuat
penggagasnya patah arang hingga memutuskan untuk berkelana di Amerika.
Pada bulan April 1966 Bob kembali ke Jamaika, bertepatan dengan
kunjungan HIM Haile Selassie I —raja Ethiopia– ke Jamaika untuk bertemu
penganut Rastafari. Kharisma sang raja membawa Bob menjadi penghayat
ajaran Rastafari pada tahun 1967, dan bersama The Wailer, band barunya
yang dibentuk setahun kemudian bersama dua personil lawas Mc Intosh dan
Livingston, dia menyuarakan nilai-nilai ajaran Rasta melalui reggae.
Penganut Rastafari lantas menganggap Bob menjalankan peran profetik
sebagaimana para nabi, menyebarkan inspirasi dan nilai Rasta melalui
lagu-lagunya.
The Wailers bubar di tahun 1971,
namun Bob segera membentuk band baru bernama Bob Marley and The Wailers.
Tahun 1972 album Catch A Fire diluncurkan. Menyusul kemudian Burning
(1973–berisi hits “Get Up, Stand Up” dan “ I Shot the Sheriff” yang
dipopulerkan Eric Clapton), Natty Dread (1975), Rastaman Vibration
(1976) dan Uprising (1981) yang makin memantapkan reggae sebagai musik
mainstream dengan Bob Marley sebagai ikonnya.
Pada tahun 1978, Bob Marley
menerima Medali Perdamaian dari PBB sebagai penghargaan atas upayanya
mempromosikan perdamaian melalui lagu-lagunya. Sayang, kanker mengakhiri
hidupnya pada 11 Mei 1981 saat usia 36 tahun di ranjang rumah sakit
Miami, AS, seusai menggelar konser internasional di Jerman. Sang Nabi
kaum Rasta telah berpulang, namun inspirasi humanistiknya tetap mengalun
sepanjang zaman.
> dari berbagai sumber.
:: Rastafarian ::
Pada akhir abad
ke-20, kaum perempuan telah memainkan peranan yang lebih penting di
dalam gerakan Rastafari. Pada tahun-tahun awalnya, kaum perempuan yang
sedang datang bulan harus takluk kepada suami mereka dan dikeluarkan
dari upacara-upacara keagamaan dan sosial. Pada umumnya, kaum perempuan
merasakan kebebasan yang lebih besar sekarang dalam mengungkapkan diri
mereka. Dengan demikian mereka pun menyumbangkan peranan yang lebih
besar pula kepada agama ini.
Rastafari bukanlah sebuah agama yang sangat terorganisasi. Malah, sebagian kaum Rasta mengatakan bahwa itu sama sekali bukan "agama", melainkan suatu "jalan Kehidupan". Kebanyakan kaum Rasta tidak mengidentifikasikan dirinya dengan sekte atau denominasi apapun, meskipun ada tiga istana Rastafari yang terkemuka: Nyahbinghi, Bobo Ashanti dan Keduabelas Suku Israel. Dengan mengklaim Yah sebagai Yesus yang datang kedua kalinya, Rastafari adalah sebuah gerakan agama baru yang muncul dari agama Kristen, seperti halnya agama Krsiten muncul dari Yudaisme.
Pada 1996, gerakan Rastafari di seluruh dunia mendapatkan status konsultatif dari Perserikatan Bangsa-bangsa.
Rastafari bukanlah sebuah agama yang sangat terorganisasi. Malah, sebagian kaum Rasta mengatakan bahwa itu sama sekali bukan "agama", melainkan suatu "jalan Kehidupan". Kebanyakan kaum Rasta tidak mengidentifikasikan dirinya dengan sekte atau denominasi apapun, meskipun ada tiga istana Rastafari yang terkemuka: Nyahbinghi, Bobo Ashanti dan Keduabelas Suku Israel. Dengan mengklaim Yah sebagai Yesus yang datang kedua kalinya, Rastafari adalah sebuah gerakan agama baru yang muncul dari agama Kristen, seperti halnya agama Krsiten muncul dari Yudaisme.
Pada 1996, gerakan Rastafari di seluruh dunia mendapatkan status konsultatif dari Perserikatan Bangsa-bangsa.
Kaum Rastafari
Gerakan Rastafari percaya bahwa
akhir zaman dimulai dengan penobatan Haile Selassie sebagai Kaisar
Ethiopia pada 1930, dan bahwa ia akan segera menyatakan dirinya sebagai
Allah. Kaum Rastafarian mempunyai suatu penafsiran yang unik tentang
akhir zaman, yang didasarkan pada Perjanjian Lama dan Kitab Wahyu.
Mereka percaya Kaisar Haile Selassie dari Ethiopia adalah Allah yang
menjelma, Raja di atas segala raja dan Tuhan di atas segala tuhan yang
disebutkan dalam Wahyu 5:5. Sementara di satu pihak penobatan Selassie
dipandang sebagai kedatangan Kristus yang kedua kali, dan
kejadian-kejadian seperti misalnya Perang Italia-Ethiopia Kedua
dipandang sebagai penggenapan atas nubuat-nubuat Alkitab dan khususnya
Wahyu, ada juga pengharapan bahwa Selassie akan menyerukan hari
penghakiman, ketika ia membawa pulang anak-anak Israel yang telah hilang
(kaum kulit hitam yang dibawa keluar dari Afrika pada masa perdagangan
budak) untuk hidup bersamanya dalam perdamaian, cinta-kasih dan
keserasian yang sempurna di Bukit Sion di Afrika. Bukit Sion bukanlah
sebuah tempat, tetapi kaum Rasta percaya bahwa mereka akan hidup di sana
bersama Selassie dalam pengertian fisik. Di sana mereka tidak akan
pernah mati.
Rasta, atau Gerakan Rastafari,
adalah sebuah gerakan agama baru yang mengakui Haile Selassie I, bekas
kaisar Ethiopia, sebagai Raja diraja, Tuan dari segala Tuan dan Singa
Yehuda sebagai Yah (nama Rastafari untuk Allah, yang merupakan bentuk
singkat dari Yehovah yang ditemukan dalam Mazmur 68:4 dalam Alkitab
versi Raja James), dan bagian dari Tritunggal Kudus. Nama Rastafari
berasal dari Ras Täfäri, nama Haile Selassie I sebelum ia dinobatkan
menjadi kaisar. Gerakan ini muncul di Jamaika di antara kaum kulit hitam
kelas pekerja dan petani pada awal tahun 1930-an, yang berasal dari
suatu penafsiran terhadap nubuat Alkitab, aspirasi sosial dan politik
kulit hitam, dan ajaran nabi mereka, seorang penerbit dan organisator
Jamaika kulit hitam, Marcus Garvey, yang visi politik dan budayanya ikut
menolong menciptakan suatu pandangan dunia yang baru.
Gerakan ini kadang-kadang disebut
"Rastafarianisme"; namun hal ini dianggap tidak pantas dan menyinggung
perasaan banyak kaum Rasta. Gerakan Rastafari telah menyebar di berbagai
tempat did unia, terutama melalui imigrasi dan minatnya dilahirkan oleh
musik Nyahbinghi dan reggae —khususnya musik Bob Marley, yang
dibaptiskan dengan nama Berhane Selassie (Cahaya Tritunggal) oleh Gereja
Ortodoks Ethiopia sebelum ia meninggal, sebuah langkah yang juga
diambil belakangan oleh jandanya, Rita. Pada tahun 2000, ada lebih dari
satu juta Rastafari di seluruh dunia. Sekitar 5-10% dari penduduk
Jamaika mengidentifikasikan dirinya sebagai Rastafari. Kebanyakan kaum
Rastafari vegetarian atau hanya memakan jenis-jenis daging tertentu. Di
AS ada banyak sekali restoran vegetarian Hindia Barat, yang menyediakan
makanan Jamaika.
Doktrin
Rastafari berkembang di antara
penduduk yang sangat miskin, yang merasa bahwa masyarakat tidak mau
menolong mereka kecuali membuat mereka menjadi lebih menderita. Kaum
Rasta memandang diri mereka sebagai penggenap suatu visi tentang
bagaimana orang Afrika harus hidup. Meerka merebut kembali apa yang
mereka anggap sebagai kebudayaan yang telah dicuri dari mereka ketika
dibawa di kapal-kapal budak ke Jamaika, tempat lahir gerakan ini.
Doktrin Rastafari sangat berbeda
dengan norma-norma pikiran dunia barat modern. Hal ini disengaja oleh
kaum Rasta sendiri. Berbeda dengan banyak kelompok keagamaan modern dan
Kristen yang cenderung menekankan konformitas dengan "kekuasaan yang
ada", Rastafari sebaliknya menekankan kesetiaan kepada konsep mereka
tentang "Zion" dan penolakan masyarakat modern ("Babel"). "Babel" dalam
hal ini dianggap memberontak terhadap "Penguasa Dunia Sejati" (YAH)
sejak zaman Nimrod.
"Cara hidup ini" tidak sekadar
diberikan makna intelektual, atau "keyakinan" seperti yang biasa
diistilahkan. Ini adalah masalah mengetahui atau menemukan identitas
sejati diri sendiri. Mengikut dan menyembah YAH Rastafari berarti
menemukan, menyebarkan dan "menempuh" jalan di mana orang telah
dilahirkan dengan sebenarnya.
Kepercayaan ini sulit
dikategorikan, karena Rastafari bukanlah suatu organisasi yang
tersentralisasi. Masing-masing Rastafari mencari kebenaran untuk dirinya
sendiri, sehingga akibatnya terdapat berbagai keyakinan yang masuk ke
bawah payung besar bernama Rastafari.
Afrosentrisme
Secara sosial, Rastafari adalah
suatu tanggapan terhadap penyangkalan rasialis terhadap orang-orang
kulit hitam sebagaimana yang dialami di Jamaika, ketika pada tahun
1930-an orang-orang kulit hitam berada pada tingkat tatanan sosial
paling bawah, sementara orang-orang kulit putih dan agama mereka
(umumnya Kristen) berada di paling atas. Anjuran Marcus Garvey agar
orang-orang kulit hitam bangga akan diri mereka dan warnisan mereka
mengilhami kaum Rasta untuk memeluk segala sesuatu yang bersifat Afrika.
Mereka mengajarkan bahwa mereka dicuci otak ketika berada dalam tawanan
untuk menyangkal segala sesuatu yang berkaitan dengan kulit hitam dan
Afrika. Mereka membalikkan citra rasialis mereka dan menganggapnya
primitif dan langsung dari hutan dan malah merangkulnya -- meskipun itu
berlawanan -- dan menjadikan konsep-konsep ini sebagai bagian dari
budaya Afrika yang mereka anggap telah dicuri dari mereka ketika mereka
dibawa dari Afrika di kapal-kapal budak. Dekat dengan alam dan dengan
savana Afrika serta singa-singanya, di dalam roh, kalau bukan secara
badani, adalah gagasan sentral mereka tentang budaya Afrika.
Hidup dekat dengan alam dan
menjadi bagian dari alam dianggap sebagai sifat Afrika. Pendekatan
Afrika terhadap "hidup dekat alam" ini terlihat dalam rambut gimbal,
ganja (marijuana), makanan ital, dan dalam segala aspek kehidupan Rasa.
Mereka membenci pendekatan (atau, seperti yang mereka pahami,
non-pendekatan) modern terhadap kehidupan karena dianggap tidak alamiah
dan terlalu objektif dan menolak subjektivitas. Kaum Rasta mengatakan
bahwa para ilmuawn berusaha menemukan bagaimana dunia kelihatan dari
luar, sementara kaum Rasa mendekatinya dengan melihat kehidupan dari
dalam ke luar. Individu mendapatkan kedudukan sangat penting dalam
Rastafari, dan setiap Rasta harus mencari kebenaran untuk dirinya
sendiri.
Identifikasi Afrosentris penting
lainnya adalah warna merah, emas, dan hijau, dari warna bendera
Ethiopia. Warna-warna ini adalah lambang gerakan Rastafari, dan
kesetiaan kaum Rasa terhadap Haile Selassie, Ethiopia, dan Africa dan
bukan kepada negara modern manapun di mana mereka kebetulan tinggal.
Warna-warna ini seringkali terlihat dalam pakaian dan hiasan-hiasan
lainnya. Merah melambangkan darah para martir, hijau melambangkan
tetumbuhan Afrika, sementara emas melambangkan kekayaan dan kemakmuran
yang ditawarkan Afrika. (Sebaliknya, sejumlah pakar Ethiopia menyatakan
bahwa warna-warna ini berasal dari pepatah lama y ang mengatakan bahwa
sabuk Perawan Maria adalah pelangi, dan bahwa warna merah, emas, dan
hijau melambangkan semuanya ini.
Banyak dari pemeluk Rastafari
berusaha mempelajari bahasa Amharik, yang mereka anggap sebagai bahasa
aslinya, karena inilah bahasa yang dipergunakan Haile Selassie I, dan
untuk mengidentifikasikan diri mereka sebagai orang Ethiopia—meskipun
pada praktiknya kebanyakan pemeluk Rasta tetap berbahasa Inggris atau
bahasa kelahiran mereka. Ada pula lagu-lagu reggae yang ditulis dalam
bahasa Amharik.
> dari berbagai sumber.
:: Bersatulah! Rapatkan Barisan! ::
Reggae tidak mengenal band baru & band lama, semuanya satu mengusung: One Love!
Singkirkan paradigma, gue band
lama & elo band baru, semua musisi reggae sama...! Tidak ada kata
senior & junior dalam musik reggae. Atau gue lebih suka nonton band
ini, gue lebih suka nonton band itu. Atau gue lebih suka joget kalo band
ini yang lagi perform. Tidak ada perbedaan dalam reggae, selama musik
itu musik reggae, kita harus support dan respect! Dukung terus musisi
Reggae Indonesia..!
Singkirkan budaya apa-apa maunya gratisan!
- Masuk gigs/acara musik reggae maunya gratisan! (Sebuah acara dibuat tidak gratisan).
- Karya musisi album reggae maunya juga dpt gratisan/bajakan! (Dibutuhkan kreativitas, keringat & kerja keras dan biaya untuk menghasilkan sebuah karya musik reggae).
- Masuk gigs/acara musik reggae maunya gratisan! (Sebuah acara dibuat tidak gratisan).
- Karya musisi album reggae maunya juga dpt gratisan/bajakan! (Dibutuhkan kreativitas, keringat & kerja keras dan biaya untuk menghasilkan sebuah karya musik reggae).
Percaya atau tidak, apabila budaya
gratisan menjadi budaya permanen, itu sama halnya dapat membuat musisi
reggae menggantung mic-nya, menggantung gitarnya! Hargailah hasil karya
musisi Reggae Indonesia atau karya anak bangsa sendiri, siapa lagi kalau
bukan kita sendiri? :) Kita sangat berterima kasih dengan semua
band-band yang terus ikut berjuang bersama kami dalam menggaungkan musik
reggae dalam acara-acara yang kita gelar. Sekali lagi, terima kasih
untuk semua musisi/band-band reggae. Doakan agar kami bisa keliling
Indonesia membuat gigs atau acara musik reggae sekaligus bersilahturahmi
dengan musisi dan komunitas di daerah-daerah di Indonesia. Doakan saja
agar hal ini dapat terwujud.
Ayo...Ayo..Bersatulah! Rapatkan
Barisan! Kita kibarkan musik reggae dengan hal-hal yang positif agar
musik reggae semakin mendapatkan tempat di hati masyarakat umum. Dan,
tentunya buang semua paradigma gratisan di musik reggae! Kita yakin
musik reggae di Indonesia semakin solid!
Ada satu hal kekuatan dan keunikan
dalam musik reggae, yaitu: tidak terpengaruh dengan hingar-bingar
kancah musik sedang trend, musik reggae terus berjalan di relnya. keep
on the track! Kita harus semua saling support & respect, karena hal
itu dapat membuat kita bisa mandiri dalam berteriak One Love!
Jika kita dapat menghargai hasil
karya anak bangsa sendiri, khususnya karya musisi reggae Indonesia.
Niscaya pergerakan Reggae Indonesia akan Tetap Berkibar!
Jah bless you all...
Love & Respect!
Indoreggae
Indoreggae
:: Tahukah anda? (perlu dibaca & penting) ::
Tahukah anda?
Setiap kali kita bertemu dengan venue dan sponsor, selalu celoteh yg pertama dilontarkan dan itu memang "menggelitik" tapi hal itu acapkali membuat jengah dan tidak nyaman. "wah reggae, nanti nge-ganja neh? :) Dengan gamblang & sekaligus memberitahu kepada venue & sponsor, "Reggae tidak sangkut pautnya dengan ganja! Reggae adalah musik yang mempunyai karakter soul cinta damai dan musik yang dapat membuat siapapun dapat berjoget ceria. Itu sudah!"
Setiap kali kita bertemu dengan venue dan sponsor, selalu celoteh yg pertama dilontarkan dan itu memang "menggelitik" tapi hal itu acapkali membuat jengah dan tidak nyaman. "wah reggae, nanti nge-ganja neh? :) Dengan gamblang & sekaligus memberitahu kepada venue & sponsor, "Reggae tidak sangkut pautnya dengan ganja! Reggae adalah musik yang mempunyai karakter soul cinta damai dan musik yang dapat membuat siapapun dapat berjoget ceria. Itu sudah!"
Tahukah anda?
Menyakinkan venue-venue & sponsor untuk acara gigs reggae adalah perjuangan. Alhasil, beberapa venue & sponsor yang telah terlibat dengan kita sudah berjalan dengan baik. Acapkali kita sering ditanya, kenapa selalu buat gigs reggae di venue-venue yang berkelas atau club-club yang terkesan borjuis? Jawabannya adalah jangka pendek kita, dan itu adalah tujuan bahwa musik reggae harus naik kelas, musik reggae adalah musik yang harus didengar oleh semua lapisan.
Menyakinkan venue-venue & sponsor untuk acara gigs reggae adalah perjuangan. Alhasil, beberapa venue & sponsor yang telah terlibat dengan kita sudah berjalan dengan baik. Acapkali kita sering ditanya, kenapa selalu buat gigs reggae di venue-venue yang berkelas atau club-club yang terkesan borjuis? Jawabannya adalah jangka pendek kita, dan itu adalah tujuan bahwa musik reggae harus naik kelas, musik reggae adalah musik yang harus didengar oleh semua lapisan.
Tahukah anda?
Ingin dianggap sebagai “gue anak reggae” dengan membawa barang illegal kemudian menghisapnya sambil joget di acara gigs reggae adalah tindakan yang teramat bodoh terhadap diri sendiri. Kedapatan membawa barang illegal tersebut dapat membuat kalian kehilangan masa depan. Satu gram saja, ada pasal dan undang-undang yang dapat menjerat siapapun diproses secara hukum yang berlaku di Indonesia, yang notabene memang secara hukum mengharamkan barang tersebut. Lain halnya di beberapa negara eropa, barang tersebut dianggap sebagai soft-drugs, dan realitanya masyarakat disana memang sudah dewasa dalam menyikapnya karena disana juga tidak bisa di sembarang tempat.
Ingin dianggap sebagai “gue anak reggae” dengan membawa barang illegal kemudian menghisapnya sambil joget di acara gigs reggae adalah tindakan yang teramat bodoh terhadap diri sendiri. Kedapatan membawa barang illegal tersebut dapat membuat kalian kehilangan masa depan. Satu gram saja, ada pasal dan undang-undang yang dapat menjerat siapapun diproses secara hukum yang berlaku di Indonesia, yang notabene memang secara hukum mengharamkan barang tersebut. Lain halnya di beberapa negara eropa, barang tersebut dianggap sebagai soft-drugs, dan realitanya masyarakat disana memang sudah dewasa dalam menyikapnya karena disana juga tidak bisa di sembarang tempat.
Maka, melalui catatan ini, dengan
ketulusan hati dan semangat positif. Mari kita bangun bersama citra atau
image musik reggae menjadi musik cinta damai penuh persaudaraan. Kini
saatnya, kita me-reggae-kan masyarakat dan memasyarakatkan reggae dengan
hal-hal yang positif dan penuh persaudaraan tanpa embel-embel.
Big Respect!
Indoreggae.com
Indoreggae.com
:: The Marley Family Tree ::
Robert Nesta "Bob"
Marley (lahir di Nine Mile, Saint Ann, Jamaika, 6 Februari 1945 –
meninggal di Miami, Florida, Amerika Serikat, 11 Mei 1981 pada umur 36
tahun) adalah seorang penyanyi, pencipta lagu, dan musisi reggae
berkebangsaan Jamaika. Bob Marley sampai saat ini dikenal di seluruh
dunia sebagai musisi reggae yang paling tersohor dalam dunia musik
reggae. Dia diakui perannya dalam mempopulerkan dan menyebarkan musik
Jamaika dan Gerakan Rastafari ke seluruh dunia.
Bob Marley adalah gitaris,
vokalis, dan pencipta lagu dalam grup musik The Wailers (1964–1974) dan
Bob Marley & The Wailers (1974–1981) yang beraliran ska, rocksteady
dan reggae.
Ia mulai dikenal di dunia musik
reggae pada tahun 1962. Album pertamanya ialah "The Wailing Wailers"
dirilis tahun 1965 bersama The Wailers. Pada 1974 lagu "No Woman No Cry"
menjadi populer di Jamaika dan negara-negara Amerika Serikat. Namun
pada tahun 1977 ia mengidap penyakit kanker. Pada tahun 1980, Marley
pingsan saat jogging di New York. Namun pada 1981 Marley meninggal dunia
setelah mengalami kanker yang dideritanya selama empat tahun terakhir.
Dan kanker tersebut bersarang di jempol kakinya, dokter tidak dapat
mengamputasinya agar selamat, karena dia penganut Rastafari yang tidak
memperbolehkan memotong anggota tubuhnya.
Diskografi
The Wailing Wailers (1965) - Studio One Soul Rebels (Desember 1970) - Upsetter/Trojan Soul Revolution (1971) - Upsetter/Trojan Soul Revolution Part II (1971) - Upsetter/Trojan The Best of The Wailers (Agustus 1971) - Beverley's Catch a Fire (13 April, 1973) - Island/Tuff Gong Burnin' (19 Oktober, 1973) - Island/Tuff Gong
Bob Marley & The Wailers
Rasta Revolution (1974) - Upsetter/Trojan Natty Dread (25 Oktober, 1974) - Island/Tuff Gong Rastaman Vibration (30 April, 1976) - Island/Tuff Gong Exodus (3 Juni, 1977) - Island/Tuff Gong Kaya (23 Maret, 1978) - Island/Tuff Gong Survival (2 Oktober, 1979) - Island/Tuff Gong Uprising (20 Juni, 1980) - Island/Tuff Gong Confrontation 23 Mei, 1983 (anumerta) - Island/Tuff Gong | |||
:: Jakarta Reggae Vaganza 1st, May 06, 2007 at Mezza 9 PIM 2 ::
Performing : MATAHARI
|
||
Performing : MATAHARI
|
||
![]() |
||
Performing : SECRETPLACE
|
||
Performing : MOZAMBIQUE
|
: 1 Love 1 Heart at Perbanas :
: Tony Q - Rastafara :
|
||
: Souljah :
| ||
: Tribute To Bob Marley, Dec 13, 2006 at News Cafe Kemang :
![]() |
||
Setelah 20 tahun tidur, akhirnya Black Company (band Reggae yg berdiri tahun 1986) kembali menggoyang Kemang.
Walaupun kawasan kemang macet
total dan hujan, tetapi hal itu tidak meredam animo para rastamania
menuju News Cafe untuk melihat Black Company tampil dalam Reggae Nite
Tribute To Bob Marley. Sebelum naik panggung, ada beberapa band reggae
muda yang ikut tampil yaitu : Secret Place, Mozambique, Kingston Soul.
Dengan membawakan lagu-lagu Bob
Marley The Legend dengan rythm drum Cendi Luntungan, selama 1 jam 20
menit Black Company memberikan sentuhan reggae yang unik sekaligus
membawa roh reggae yang berbeda dihadapan sekitar 500 orang penonton
yang ikut bergoyang ala jamaican.
|
:: Wawancara Tony Q ::
Musik Reggae adalah musik jiwa
tentang kedamaian dalam menjalani segala hal dengan postif dalam
kehidupan secara personal maupun masyarakat luas. Ada sosok musisi
Reggae yang memiliki karakter easy going, membuat hidup lebih hidup,
melakukan hal-hal yang terbaik khususnya untuk perkembangan musik
reggae. Dan, rasanya belum lengkap jika kami belum bertemu dengan musisi
Reggae Indonesia yang low profile yaitu Tony Q yang
telah meluangkan waktu di sela-sela performingnya di acara 1 Love 1
Heart di STIE Perbanas pada tanggal 31 Mei 2007, Kuningan, Jakarta.
Berikut ini cuplikan wawancara Carolin T dari indoreggae.com dengan Tony Q :
|
( Photo : Carolin. T / indoreggae.com ) |
||
Hal-hal apa saja yang membuat memilih genre Reggae ?
Sebenarnya berdasarkan pengalaman batin aja sich, banyak alasan yang mebuat memilih genre reggae.
Sejak kapan mulai konsen di genre reggae?
Belum lama sich sekitar 1989.
Apakah harus Dreadlock bagi pecinta maupun praktisi musik reggae?
Pencinta musik reggae tidak harus gimbal, sebenarnya juga kembali pada filosofi itu sendiri bagaimana pendengar dan perilaku dalam menyikapi lirik atau musik reggae itu seperti apa.
Inspirasi lagu dari mana (influencenya)?
Tentu saja Bob Marley, dia seorang yang fenomenal secara musical, penulisan liriknya bagus.
Sudah berapa album? Bisa sebutkan?
- 1996 Rambut Gimbal - 1997 Gue Falling In Love - 2000 Damai dengan cinta - 2003 Kronologi - 2005 Salam damai
Selain bermusik ada hobi lain?
Ada, sebenarnya banyak sih...tapi saya suka melukis...
Harapan Mas terhadap perkembagan musik reggae di Indonesia?
Ditekankan pada para pelaku musik reggae, bagaimana esensi musik reggae di perjuangkan bukan sekedar gimbal atau ganja. Dan yang paling penting esensi perdamaian, kemerdekaan arti sebuah musik, dan lebih pada edukasi agar tidak menjadi salah mengartikan musik reggae itu sendiri.
Pengalaman yang paling berkesan selama bermusik ?
Salah satu lagu saya yaitu Pat Gulipat masuk dalam kompilasi World Reggae berjudul Reggae Playground bersama musisi reggae dunia yang diproduksi oleh Putu Mayo World Record.
Salam Damai..!
|
|||
:: Momonon ::
Personelnya siapa aja sih?
Resha - Vocal Aji - Masih Vocal juga Reo - Gitar 1 Bani - Gitar 2 Taminx - Bass K-Lenx - Drum Oment - Keyboard Kodir, David, Eko - Team Percussi Back Vokal - Puji ( dan masih dalam tahap pencarian )
Apakah ada filosofi di balik nama band ini?
gak ada filosofinya karena itu nama gank anak" dari kecil..
Kenapa milih aliran musik reggae? Hal-hal apa saja yg membuat milih genre ini?
Mungkin karena ALLAH SWT aja kali....dan selain itu juga musik reggae enak didengar disetiap saat setiap waktu; mau malam, pagi, siang, sore...disitulah kami tertarik dengan aliran musik reggae itu mungkin kalo dijelaskan semua ada habisnya...
Kalau inspirasi lagu-lagunya dari mana? Influences?
Tentu aja dari Bob Marley karena dia bagi kami dia sangat TOP dalam membuat lirik lagunya....kalau yang di Indonesia Tony-Q.
Sejak kapan mulai konsen di genre Reggae dan sdh berapa lama?
kami main reggae dari tahun Februari 2004 dan kami berharap dapat tetap eksis dalam musik reggae ini....kami juga baru ada satu album..rencana kami mau rampungkan akhir bulan januari 2008 ini, doain ya:)
Pernah ikut musik Reggae Festival?
belum karena ga ada info yang sampai ke kami masalah festival reggae..
Bisa sebutkan sering manggung dimana saja?
di hotel Lippo 3x (pantai Carita), hoteL Karangsari,di acara Ultah, di acara scooter vespa, dan lain-lain..
Selain bermusik ada hobi lain, misalnya main bola, dll?
minum kopi hitam sampai mati :)
Markas atau tempat ngumpul dimana?
alun-alun Rangkasbitung dan yang pasti dirumah Resha.
Alamat Management dimana?
Jl. Multatuli gg.Kitapa no 35L Kampung sawah, Rangkasbitung, Banten. telp. Uwie (manager) : 085214533377 Resha : 08999696171 email : momonon_pot_smoker@yahoo.com | |||
:: Pasukan Lima Jari ::
|
Personel Pasukan Lima Jari:
Rio. T (Vokal)
Tommy (vokal/gitar) Bastian (Gitar) Audi (bass) Aksa( Perkusi) Agiel (Drum) Damar (Keyboard)
Filosofi Pasukan Lima Jari:
gak ada..
Kalau inspirasi lagu-lagunya dari mana? Influences?
Memilih genre Reggae karena
semua personel kita menyukai aliran reggae, walaupun dari genre musik yg
berbeda-beda(Blues,Jazz,Britpop,dll.) Semua personel kita bersatu
melalui REGGAE.. Reggae itu musik yang gak teralu booming tapi juga gak
pernah mati..Bob Marley(Jelas), Tony Q.
Kalo punya album sudah berapa album yang dikeluarkan?
Tahun 2006 (Demo album of PLJ) dan
Insya Allah tahun ini Pasukan Lima Jari akan merilis Album yg berjudul
Republik Rakyat Reggae,, doain ya!! hehe..
Sejak kapan mulai konsen di genre Reggae dan sdh berapa lama?
Sejak Pertama Pasukan Lima Jari Terbentuk (2005)
Pernah ikut musik competition atau Reggae Festival?
Pasukan Lima Jari pernah menjadi Juara ke-3 di Mustang 88 FM Campus Band Festival 2006.
Bisa sebutkan sering manggung dimana saja?
Pasukan Lima Jari biasa manggung di Event2 pensi SMP-SMA, acara2 komunitas reggae, acara2 kampus, dll. dan Jam Session di bb's.
Selain bermusik ada hobi lain, misalnya main bola, dll?
Hobi lain selain bermain musik adalah Nongkrong di bb's, ntn mas Tony(Nyari Ilmu) hehe, ama KULIAH!!!!!
Markas atau tempat ngumpul dimana?
Markas Pasukan Lima Jari terletak
di Simple music studio Rawamangun, Oddisey music studio, Rumahnya aksa,
rumahnya tommy, dan Rumahnya Audi.
Management Pasukan Lima Jari :
Contact Person : 08128891091 (aksa) jalan Bojonegoro no. 4 Menteng, Jakarta pusat.
Friendser account: www.friendster.com/plj2
Myspace account :
www.myspace.com/pasukanlimajari |
||
:: Kingston Jamaica ::
Personelnya siapa aja sih?
1. alex (vocal) 2. ferry (guitar 1) 3. agoe (guitar 2) 4. nunus (bass) 5. vieri (drum) 6. angga (percusion)
Apakah ada filosofi di balik nama band kamu?
nama kingston jamaica terinspirasi dari nama sebuah kota yang merupakan lahirnya musik reggae.
Kenapa milih aliran musik reggae? Hal-hal apa saja yg membuat milih genre ini?
perdamaian dan kebebasan. Lirik-lirik lagunya. Banyak hal yang membuat kami memilih genre musik reggae. Musik reggae merupakan suatu aliran musik yang membawa misi perdamaian dan kebebasan..
Kalau inspirasi lagu-lagunya dari mana? Influences?
Bob Marley..
Kalo punya album sudah berapa album yang dikeluarkan?
aat ini lagi dalam proses rekaman album # 1.
Sejak kapan mulai konsen di genre Reggae dan sdh berapa lama?
sejak tahun 2001,dan sekarang sudah 6 tahun.
Pernah ikut Reggae Festival?
Pernah.
Bisa sebutkan sering manggung dimana saja?
Saat ini kingston jamaica sebagai band reguler di tropis cafe, dan jamaica bar. Pernah manggung di: radikal cafe yk, java cafe yk, jokja cafe yk, ouroe cafe yk, liquid cafe yk, bosche cafe yk, dinasti cafe purwokerto, borneo cafe kalteng,dan lain -lain.
Selain bermusik ada hobi lain, misalnya main bola, dll?
nongkrong bareng di benteng vredeburg kalo gak ada jadwal manggung.
Markas atau tempat ngumpul dimana?
JAMAICA BAR jln,prawirotaman 1 no.30 b yogyakarta.
Alamat Management dimana?
JAMAICA BAR Jln.prawirotaman 1 no.30 b yogyakarta. Cp. alex 0815 787 444 10 | |||
:: Ras Muhamad ::
Apakah ada filosofi di balik nama kamu?
nama Muhamad diambil dari nama pertama Muhamad Egar. Sedang nama sebutan Ras diambil dari kosa kata bahasa Jamaika yang berarti bung/brur/mas. Akar kata Ras berasal dari kata Rastaman atau orang yang telah memahami falsafah dan ajaran Ras Tafari. Kata Ras sendiri dalam bahasa Amharik (Ethiopia) berarti Prince, putra bangsawan. Kalo boleh mengutip kata-kata Om Bob Marley "Reggae music is King Music", musik Reggae adalah musik yang disuguhkan untuk para bangsawan/Royal Music.
catatan :
Ibarat/Seperti tarian Bedoyo Ketawang di Kraton Solo yang harus ditarikan dengan penuh kehidmatan krn dipersembahkan untuk tontonan sang Raja. Karenanya nafas Reggae mestinya dimainkan dengan "High Sophistication" dan mengikuti tradisi-tradisi....
Kenapa milih aliran musik reggae? Hal-hal apa saja yg membuat milih genre ini?
Kenapa gue ngga memilih musik Rock ? Padahal enak kalee yaa di musik Rock kan bisa dinyanyiin sambil mabok sedang di Reggae pantangan mabok....... Musik Reggae membawa missi yang mulia, jiwa Reggae adalah hembusan nafas perdamaian dan persatuan, kesetaraan umat manusia. Reggae menebarkan vibe positif/getaran-getaran positif dan menghindari yang negatif. Reggae adalah perjuangan dan juga bentuk ungkapan jeritan kaum papa terhadap ketimpangan sosial dan ketidak adilan......Nah kenapa musti pilih musik lain ?
Kalau inspirasi lagu-lagunya dari mana? Influences?
...inspirasi ? Kejadian sehari-hari, lingkungan, keadaan sosial masyarakat kita dan juga pandangan berbagai tokoh/pemimpin dunia seperti Mahatma Gandhi, Martin Luther King Jr, King Selassie I, Bung Karno dan negarawan lainnya. ....influences ? Yang mempengaruhi musik gua ....hmm ...buuuannyaaak banget ..... dari Garnett Silk, Burning Spear, Abysinians, Sizzla, Ras Michael, Jacob Miller, Augustus Pablo, King Tubby, KRS-One, Wu Tang, NAS, Black Uhuru dan masih puluhan artis Reggae yang laen .... nyaho lo..he he he .....Gue termasuk yang beruntung, krn pernah tinggal di New York Amrik 12 tahun, jadi explorasi gue terhadap musik Reggae ....hmm.... sorry yee duaaleem banget..
Kalo punya album sudah berapa album yang dikeluarkan?
Baru dua buah saja tuh ..... Album Yang Pertama, "Declaration of Truth", awal tahun 2005, (10 Lagu), self edar di New York, (di Indonesia sudah ditawar Aksara Records seeh untuk di cetak ulang, tapi masih gw hold dulu) ..... Album yang Kedua "Reggae Ambassador" (15 lagu), Januari 2007, secara Indie dan diedarkan oleh Aksara Records..
Sejak kapan mulai konsen di genre Reggae dan sdh berapa lama?
Sejak tahun 2003, tahun-tahun terakhir gue di kota New York, merupakan periode formatif yang menentukan jenis musik gue. Karena gue memperoleh kesempatan belajar dari musisi Reggae Jamaika yang tinggal di Brooklyn, New York, yang memutar piringan hitam/dubplates (vinyl) di Perusahaan Brooklyn Sound Systems. Masa-masa tersebut sangat influensial bagi pengembangan kemampuan style gue dalam menyanyi/nge-Deejay (sebutan nge-Rap dlm bhs slank Jamaika). Pembelajaran tersebut menghasilkan karya gue spt sekarang ini yang mencampurkan warna Tribal Riddims dari Dancehall Reggae, nafas tradisional Reggae musik serta pesan-pesan spiritualnya Ras Tafari. ...... Catatan : Musik Reggae mempunyai empat Sub-Genre yaitu : - Roots : contohnya tembang2 yang dinyanyikan Bob Marley; - Dub : contohnya tembang2 yang dinyanyikan King Tubby, - Lovers Rock : contohnya tembang2 yang dinyanyikan oleh Gregory Isaacs; - Dancehall : contohnya Damian Marley, Sean Paul.
Pernah ikut musik competition atau Reggae Festival?
ndak dong .... karena jiwa musik Reggae adalah brotherhood dan saling mendukung ... jadi tidak untuk dikompetisikan. Penyanyi Reggae Capleton bilang "Reggae music is a mission not a competition", jadi jangan sampe dhe ada ajang kompetisi Reggae .... he he he ....Musik Reggae laen dong, musik Reggae adalah musik yang punya missi/tujuan bukan persaingan. Kalo masuk sekedar masuk chart sih iyaaa ...Alhamdulillah, beberapa tembang gue dalam Album Reggae Ambassador menurut versi www.soundclick.com dari sejumlah 9.650 Reggae Internasional yang diupload disitu itu adalah : "Run Dat" bertengger diperingkat ke-60; "Runaway" di peringkat ke-62,"J TownRock" dan "Leaving Babylon" berkejaran diperingkat ke-75 dan ke-76 .... he he he .... bangga juga seh seorang putra Indonesia bisa meraih peringkat segetuu dari sembilanrebu enam ratus lagu Reggae Internasional wuuiiihh.. Ikut Reggae Festival di New York sering seeh.....
Bisa sebutkan sering manggung dimana saja?
Dimana-mana, di seantero Nusantara dan di Jakarta tentunya. Namun yang paling mengesankan buat gue adalah saat gue ngamen di Time Square kota New York bersama grup gue (Ras Juichi, Ras Yasu, Ras Takashi), dari jam dua siang mpe jam enem sore ... huhuhu ... Pas selesai gue bingung, krn yang nonton nglemparin coin 25 cent dollaran, ke kantong Jembe kita ...Waktu dibagi berempat masing-masing dpt 250 dollar, tapi coin nan semua ....huahakhakhak... buerrat banget ada tiga kilo kalee ... pas gue masukkin ke Bank, tellernya bingung kale yaa nih orang asia dapat recehan darimana ...hu hu hu ...nda bisa lupa dhe catatan : ngamen di New York musti pake ijin ke Polisi, untuk tempat dan waktunya. Bagus ya mereka, jadi pengamen diatur waktunya biar jadualnya nda tabrakan. Selain itu untuk jadi pengamen harus punya sertifikat dari semacam Departemen Kebudayaan. Yang menyatakan bahwa si Artis memang mempunyai keahlian keartisan. Sooo nda sembarangan ngamen ...tak gampang nggelar keset di statsiun bawah tanah lalu ngak-ngik-ngok . . . bisa-bisa diusir dan dibubarin pak polisi.
Selain bermusik ada hobi lain, misalnya main bola, dll?
Nonton film (yang bermutu), beli Album CD-CD baru terutama yang Reggae dan hobby ini acapkali diprotes enyak gue....soalnya gue naruhnya suka disana-sini .... nah dari koleksi yang ratusan keping tersebut...enyak gue yang sering membereskannya ... hehehe ... maapin ya..
Markas atau tempat ngumpul dimana?
Wah markas ? ... Di mana saja...sepanjang jalan ... karena musik Reggae musik jalanan bukan musik pantai dan bukan musik orang borjuis ataupun orang Hedonist yang hobbynya suka-suka, foya-foya, mabok-mabokan.
Ras Muhamad Management :
hmmm... mau tau aja he he he.... gue lebih mudah dijangkau lewat e-mail manajer gue di : email/FS/MySpace: Ras_Muhamad@yahoo.com 081317979443, (021) 70889981
Bravo n vielen dank buat indo.reggae.com, bless-ed,
Ras Muhamad...always support your local Reggae artist... | |||
:: Tony Q Rastafara ::
Photo: Carolin T [ indoreggae.com ]
|
|||
Hal-hal apa saja yang membuat memilih genre Reggae ?
Sebenarnya berdasarkan pengalaman batin aja sich, banyak alasan yang mebuat memilih genre reggae.
Sejak kapan mulai konsen di genre reggae?
Belum lama sich sekitar 1989
Apakah harus Dreadlock bagi pecinta maupun praktisi musik reggae?
Pencinta musik reggae tidak harus gimbal, sebenarnya juga kembali pada filosofi itu sendiri bagaimana pendengar dan perilaku dalam menyikapi lirik atau musik reggae itu seperti apa.
Inspirasi lagu dari mana (influencenya)?
Tentu saja Bob Marley, dia seorang yang fenomenal secara musical, penulisan liriknya bagus.
Sudah berapa album? Bisa sebutkan?
- 1996 Rambut Gimbal - 1997 Gue Falling In Love - 2000 Damai dengan cinta - 2003 Kronologi - 2005 Salam damai
Selain bermusik ada hobi lain?
Ada, sebenarnya banyak sih...tapi saya suka melukis...
Harapan Mas terhadap perkembagan musik reggae di Indonesia?
Ditekankan pada para pelaku musik reggae, bagaimana esensi musik reggae di perjuangkan bukan sekedar gimbal atau ganja. Dan yang paling penting esensi perdamaian, kemerdekaan arti sebuah musik, dan lebih pada edukasi agar tidak menjadi salah mengartikan musik reggae itu sendiri.
Pengalaman yang paling berkesan selama bermusik ?
Salah satu lagu saya yaitu Pat Gulipat masuk dalam kompilasi World Reggae berjudul Reggae Playground bersama musisi reggae dunia yang diproduksi oleh Putu Mayo World Record.
Salam Damai..
Management :
Jl.Puloasem I C no. 57 Rawamangun, Jakarta Timur
Phone: (021) 4895326 - Fax :(021) 4757005
Ibnu ( Manager) at 08129217757Nino (Album Management)
E-mail : indonesia_rasta@yahoo.com | |||
:: Peron Satu ::
Personelnya siapa aja sih?
-Ucok Siregar : Rhytm Guitar -Joe : Vocal -Rozie : Lead Guitar -Aryo : Bass Guitar -Yoyo : Drums -Richard : Keyboard -Otoy Rebel : Percussions.
Apakah ada filosofi di balik nama band ini?
gak ada arti khusus sih..Mungkin karena band ini awalnya kita buat di stasiun tepatnya di peron satu,jadilah nama band kita "Peron Satu"....
Kenapa milih aliran musik reggae? Hal-hal apa saja yg membuat milih genre ini?
Kalau inspirasi lagu-lagunya dari mana? Influences?Awalnya sih dari suka dan mungkin lagunya yang bisa diterima orang banyak..segala umur..lirik-lirik lagunya yg kebanyakan punya maksud atau pesan tentang kedamaian, karena kita semua suka damai... Bob Marley,Tony q & Rastafara,Big Mountain,Imannezz.
Sejak kapan mulai konsen di genre Reggae dan sdh berapa lama?
Konsen bermusik mulai dari tahun 2004 dimulai dari sekumpulan anak tongkrongan yang suka bermusik dan suka reggae..Album kita belum ada, mungkin kedepan ini kita lagi proses untuk buat album..
Pernah ikut musik Reggae Festival?
Reggae festival blum pernah, belm ada juga sepertinya yah dsini?? kalo festival, event-event reggae kita sudah sering performing...!.
Bisa sebutkan sering manggung dimana saja?
Cafe-cafe, Pensi-pensi, Acara Kampus, Event-event Reggae..
Selain bermusik ada hobi lain, misalnya main bola, dll?
mural, scooter, nongkrong, becanda rame-rame.hehehe...
Markas atau tempat ngumpul dimana?
biasanya di stasiun cakung atau di rumah Ucok.....
Alamat Management dimana?
Dirumah Ucok di daerah harapan baru bekasi,skalian tempat ngumpul.. |
||
:: Cozy Republic ::
Personel Cozy Republic:
- Ujie (Vocal&Guitar) - Renold (Guitar) - Edmond (Keyboard) - Gannes (Drums) - Adi ( Perkusi&Flute) - Fanny (Bass)
Cozy Republic adalah sebuah tempat yang sangat nyaman dimana sangat cocok musik reggae untuk dimainkan. Yaitu Indonesia.
Kenapa milih aliran musik reggae? Hal-hal apa saja yg membuat milih genre ini sebagai wujud nyata dalam bermusik?
Reggae adalah pilihan kami dalam bermusik, karena memang dari awalnya kami sudah akrab dengan genre musik ini..
Kalau inspirasi lagu-lagunya dari mana? Influences?
Dari lingkungan sosial sekitar, wanita, lingkungan alam dll. Musik kami dipengaruhi oleh artist seperti : Gombloh, Santana, Bob Marley dll.
Kalo punya album sudah berapa album yang dikeluarkan?
Satu single dari album kompilasi yang di rilis oleh Music Factory (KFC), Satu full album Cozy Republic dengan judul “Republik Uye”.
Sejak kapan mulai konsen di genre Reggae dan sdh berapa lama?
Musik reggae bukanlah hal yang awam bagi Cozy Republic, bisa dilihat dari perjalanan beberapa personelnya yang pernah tergabung dengan Imanez & Otto Jam.
Pernah ikut Reggae Festival?
Festival Reggae memang belum pernah kami ikuti, tapi kami tertarik untuk bisa ikut serta di International Reggae Festival di manapun.
Bisa sebutkan sering manggung dimana saja?
Kami sering main di TV , ANTV, O Channel, Global TV, SCTV, di Kampus-kampus Jakarta, Malang, Medan, Palembang, Ultah Slank ke-24 di Ancol, Slankers Day, Acara Import di Makassar dan banyak lagi.
Selain bermusik ada hobi lain, misalnya main bola, dll?
Selain bermusik kami juga punya masing-masing seperti : bersepeda, futsal, merakit dan hand made guitar dan lain-lain.
Harapan & tujuan yang diinginkan terhadap perkembangan musik Reggae di Indonesia?
Semoga musik regaae bisa ikut andil terhadap terjadinya perubahan Negara Indonesia ke arah yang lebih baik. Uyeee.
Markas atau tempat ngumpul dimana dan alamat Management dimana?
Green Labs & Ent. Jalan Kramat Raya No.33, Jakarta Pusat Tel: +622171648633; +628121051052 E-mail : management@cozyrepulic.com | |||
:: Souljah::
:: Souljah::
|
|||
Personel Souljah :
Danar - Vocal
Sa'id – toasting Renhat - Bass Bayu – Guitar David – keyboard Vino – saxophone
Apakah ada filosofi di balik nama Souljah ?
Souljah, adalah pelafalan slang dari Soldier, dibaca dengan logat Jamaican jadi Souljah. Kita sih ngerasakita pejuang, pejuang karya kita, pejuang indie, dan juga pejuang jamaican music..
Kenapa milih aliran musik reggae? Hal-hal apa saja yg membuat memilih genre ini?
Sebenernya kita nggak milih
reggae sih, reggae adalah salah satu pilihan dalam musik kita, soalnya
kita mainin semua genre Jamaican Music, mulai dari SKA, Rocksteady,
reggae, dub dancehall juga.
Yang ngebuat kita milih musik ini, hmmmm yah kita mainin genre
Jamaican music dari tahun 98, waktu itu kita cuma mainin ska, tapi
sekarang kita lebih lebar lagi. Dan emang semua personil Souljah kalo
gabung cocok soulnya yah cuma mainin musik kayak gini. Kita pernah coba
mainin jazz, pop atau rock, gak kena kalo smua anak-anak ini
ngumpul...hehehehehehe.
Kalau inspirasi lagu-lagunya dari mana? Influences?
Aduuuhh banyak banget, hampir semua musisi yang masukin unsur jamaican music kita jadiin referensi. Mulai dari yang oldskool Skatalites, Desmond dekker, The Wailers, sampe nu skool No Doubt, 311, Long Beach Dub Allstars, dan masih banyak lagi. Nah kalo inspirasi, kita sesuaiin sama konsep album dulu. Kalo album yang pertama emang karena konsepnya kolaborasi kita lebih bebas cari inspirasinya. Bisa dari kehidupan sehari-hari. Tapi kalo yang album kedua karena konsepnya emang audio novel, jadi kita bentuk liriknya bukan berdasarkan pengalaman tapi emang kita ciptain cerita.
Kalo punya album sudah berapa album yang dikeluarkan?
Album udah dua :
(2005) BREAKING THE ROOTS (2007) BERSAMAMU
Sejak kapan mulai konsen di genre Reggae dan sdh berapa lama?
Reggae udah kita mainin juga kok dari tahun 1998. Walopun waktu itu kita lebih konsen ke ska-nya..
Pernah ikut musik competition atau Reggae Festival?
Musik competition, hmmmmmm dulu mungkin pas awal ngeband, tahun 1998 kita ada ikutan audisi buat ikutan acara-acara.
Bisa sebutkan sering manggung dimana saja?
Manggung seringnya dimana aja yah, yeahhh di pensi sekolah, kampus atau acara komunitas.
Selain bermusik ada hobi lain, misalnya main bola, dll?
Hobi lain....wahhhh banyak bangetttt anak-anak Souljah paling suka makaaannnnn, wahahhahaha makanya pada cabi-cabi kan.
Markas atau tempat ngumpul dimana?
Kalo latian sih kita seringnya di studio 12 rawamangun, nongkrong, hmmmm dimana yah, di tebet paling.
Management :
Jl. Swadaya Jatibening, Kalimalang, kalo mau dateng en udah sampe di Caman Kalimalang, telfon aja ke 86903125, heheheheh, atau kalo mau ngubungin manajer Souljah telfon aja ke 0813 1919 0441, atau kalo mau liat souljah ada di : - www.braddasouljah.com - www.myspace.com/braddasouljah - atau mau add souljah di friendster, ke braddasouljah@yahoo.com - atau ke amp.channelv.com/braddasouljah | |||
:: Gangstarasta ::
:: Gangstarasta ::
|
|||
![]() |
|||
Personel Gangstarasta :
Emilio: vocal
Kenro: bass Gayo: guitar Bayu: guitar Cuwox: keyboard Boim: drum Uncle Bud: percussion
Apakah ada filosofi di balik nama Gangstarasta ?
kalau filosofinya sih ngga ada nama gangstarasta berarti kumpulan anak2 rasta.
Kenapa milih aliran musik reggae? Hal-hal apa saja yg membuat memilih genre ini?
kita pilih reggae karena
mewakili jiwa dan rasa, yang kita jalani setiap hari. banyak hal yang
membuat kita pilih musik reggae antara lain spirit dari reggae itu
sendiri yang menebarkan rasa cinta dan perdamaian kepada seluruh umat di
dunia tanpa memandang perbedaan agama, ras,suku dan sosial..
Kalau inspirasi lagu-lagunya dari mana? Influences?
Bob Marley, Alpha Blondy, Bad Brain, Jimmie Cliff, Ken Bothe, UB 40,dan banyak lagi.
Kalo punya album sudah berapa album yang dikeluarkan?
Full album mungkin bln july ini
kita release album gangstarasta dgn tittle album 'UNITE'.sblmnya kita
ikutan di kompilasi indonesian reggae revolution keluaran 267 record..
Sejak kapan mulai konsen di genre Reggae dan sdh berapa lama?
Kalau konsen dari gue SD kali ya he..he..he..tapi kalau gangstarasta terbentuk 19 desember 2001.
Pernah ikut Reggae Festival?
Kalau di indonesia belum ada Reggae Fest, tapi kalau event reggae sudah banyak kita ikuti..
Bisa sebutkan sering manggung dimana saja?
Paling sering di acara pensi anak
SMU di jabotabek, tapi manggung yang paling berkesan buat gangsta di
papua 29 des 2006 dengan tema republik rasta bersama taffgong dari
jakarta yang ditonton lebih dari 25.000 orang dan semuanya sing a long
together..thats amazing..
Selain bermusik ada hobi lain, misalnya main bola, dll?
Kita suka main futsal, nongkrong yang ngasilin sesuatu hal yang positif.
Markas atau tempat ngumpul dimana?
kalau tempat ngumpul sih biasanya di rumah Emilio sekalian tempat management.
Management :
Taman Ubud TimurI no.26 Lippo Karawaci. (021) 99140088, 08170741231 E-mail : emilio.gangstarasta@gmail.com | |||
..::Tony Q Rastafara::..
Tony Waluyo Sukmoasih (populer dengan nama Tony Q atau Tony Q Rastafara; lahir di Semarang, Jawa Tengah, 27 April 1961; umur 49 tahun) adalah seorang penyanyi Indonesia beraliran reggae yang telah aktif di ragam tersebut sejak tahun 1989. Dia bersama grup musiknya Rastafara mempopulerkan istilah “rambut gimbal” (gaya rambut dreadlock) di Indonesia lewat lagu dengan judul yang sama pada tahun 1996. Tony Q telah menjadi ikon musik reggae Indonesia. Dia dianggap sebagai pelopor reggae di Indonesia, karena dia tak hanya berkecimpung di ragam tersebut sejak lama, namun juga mengembangkan karakter musik reggaenya sendiri, dimana dia memasukkan banyak unsur tradisional Indonesia ke musiknya, dan mengangkat tema-tema khas Indonesia dalam musiknya.

Kehidupan pribadi
Tony Q adalah seorang lulusan STM Perkapalan di Semarang. Sebelum terjun ke dunia musik, pada tahun 1980 Tony Q pernah bekerja selama enam bulan di bagian quality control (pengendalian mutu) di sebuah pabrik pengalengan milik perusahaan Singapura di Cakung, Jakarta Timur. Namun kemudian dia meninggalkan pekerjaan tersebut dan memilih untuk menjadi pengamen di jalanan dan seorang musisi, menghadapi tentangan keras keluarganya. Dia sempat menjadi pengamen selama lima sampai enam tahun di daerah Blok M, Jakarta.Karier musik
Menurut wawancara dengan Tony Q di Radio Nederland Wereldomroep, sebelum terjun di musik reggae, dia pernah memainkan blues, rock, bahkan musik country. Tahun 1989 dia akhirnya memilih menekuni musik reggae yang menurutnya tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat. Tony Q mengaku sangat mengidolakan Bob Marley, almarhum musisi reggae kenamaan asal Jamaika.Bersama Rastafara
Tony Q memulai karier musik reggaenya sejak tahun 1989 dengan grup musik Roots Rock Reggae. Biasa manggung dari kafe ke kafe atau acara pentas musik yang ada di Jakarta. Setelah tergabung dengan banyak band reggae seperti Exodus dan Rastaman, akhirnya pada tahun 1994 dia membentuk grup musik Rastafara yang menjadi cukup terkenal sebagai pengusung aliran musik reggae di Indonesia saat itu. Bersama Rastafara dia sempat merilis dua album, yaitu “Rambut Gimbal” (1996) dan “Gue Falling In Love” (1997).Hampir semua lagu dalam album tersebut diciptakan Tony Q, dengan lirik lagu yang banyak bertema sosial, kemanusiaan, cinta, dan kehidupan masyarakat sehari-hari. Salah satu lagunya yang populer adalah “Rambut Gimbal”, sebuah istilah untuk gaya rambut dreadlock yang kerap digunakan oleh pengikut Gerakan Rastafari, yang kemudian secara tidak langsung dijadikan istilah dalam bahasa Indonesia yang menjadi populer karena lagu tersebut.
Rastafara saat itu dinilai berbeda dengan grup musik reggae lainnya karena mereka berhasil memasukan dan memadukan unsur-unsur musik dan instrumen tradisional khas Indonesia ke dalam musiknya sehingga terbentuklah musik reggae ala Indonesia yang bisa terlepas dari bayang-bayang musik reggae negara lain seperti Bob Marley, UB40 atau Jimmy Cliff. Penggunaan alat-alat musik tradisional seperti Kendang Sunda atau Gamelan Jawa ikut menambah warna musik dalam lagu-lagu Rastafara. Dan pada aransemen musiknya sepintas juga terlihat unsur-unsur musik Melayu, musik khas daerah Sumatera Utara, atau Sumatera Barat.
Pada tahun 1997 Rastafara memutuskan untuk vakum dalam musik karena kurangnya pasar musik reggae di Indonesia. Tony Q kemudian melanjutkan kariernya dengan membentuk band baru dengan tetap membawa nama Rastafara. Tahun 1998 terbentuklah Tony Q & New Rastafara, dengan format band mendapat pemain tambahan. Tetapi kemudian tahun 2000 Tony Q memutuskan untuk memulai karier solo dengan tetap membawa nama grup musik yang telah membuatnya dikenal oleh para penggemarnya, yaitu Tony Q Rastafara.
Karier musik solo
Tahun 2000 Tony Q yang sekarang dikenal dengan nama Tony Q Rastafara berhasil merilis album solonya yang pertama, “Damai Dengan Cinta” tanpa dinaungi perusahaan rekaman. Pada album solo pertamanya ini Tony Q mulai mengalami puncak kariernya dalam musik reggae. Setelah mendengar album pertamanya tersebut, seorang profesor di bidang musik dari Kanada memberikan Tony Q referensi untuk mengirimkan demo untuk ikut dalam ajang Bob Marley Festival di Amerika Serikat. Pihak penyelenggara festival tersebut menyukai lagu-lagu yang ada di demo tersebut dan kemudian mengundang Tony Q untuk tampil diacara yang sama pada tahun 2002. Namun keberangkatan Tony Q beserta rombongannya ke festival tersebut terpaksa batal karena mereka tidak mendapat izin visa dari Kedutaan Amerika dikarenakan alasan keamanan terkait terjadinya “Peristiwa 9/11” di Amerika Serikat yang terjadi berdekatan dengan rencana keberangkatan Tony Q.Tahun 2003 Tony Q Rastafara merilis album solonya yang kedua berjudul “Kronologi“. Lagu dalam album tersebut merupakan kumpulan dari beberapa lagu dari album-album Tony Q sebelumnya dan juga beberapa lagu yang belum sempat dirilis. Tahun 2005 Tony Q merilis album “Salam Damai“. Dalam album ini Tony Q mencoba menggabungkan musik reggae dengan unsur instrumen tradisional Indonesia. Dalam album tersebut terdapat lagu dengan lirik bahasa Sunda (“Paris Van Java“) dan Jawa (“Ngajogjakarta“) yang semakin menambah kental unsur tradisional Indonesia dalam musik reggae. [3]
Pada tahun 2005 lagu “Pat Gulipat” dari album solo pertamanya “Damai Dengan Cinta“, masuk ke dalam album kompilasi musik “Reggae Playground” yang dirilis bulan Februari 2006 di bawah perusahaan rekaman Putumayo World Music, sebuah label rekaman yang berbasis di New York, AS.
Tahun 2009 Tony Q merilis album “Presiden” dalam rangka maraknya Pemilu 2009 di Indonesia. Menurut Tony Q, album ini dirilis untuk memberikan wacana ke masyarakat penggemar musik reggae supaya tahu bagaimana menyikapi kondisi politik saat itu. Musik dalam album ini kembali menghadirkan unsur tradisional Indonesia seperti kendang Sunda, gamelan, sitar Jawa, tamburin, bahkan terompet reog.

Langganan:
Postingan (Atom)










